Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyatakan komitmen tersebut diberikan oleh Bank Dunia dan Asian Development Bank (ADB) masing-masing US$ 500 juta, sedangkan US$ 100 juta sisanya berasal dari Bank Pembangunan Jerman (KfW Bankengruppe) dan Bank Pembangunan Perancis (Agence Francaise Development).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Robert, pinjaman program tersebut bersifat siaga dan sewaktu-waktu bisa ditarik jika defisit fiskal berpotensi melebar.
Sebagai informasi, pemerintah masih mengantongi komitmen pinjaman siaga dari luar negeri sebesar US$ 5 miliar, yang berasal dari Bank Dunia sebesar US$ 2 miliar, Pemerintah Australia sebesar US$ 1 miliar, Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar US$ 1,5 miliar, dan Asean Development Bank (ADB) sebesar US$ 500 juta. (ags)