“Batik Air itu mengonversi utang menjadi saham. Jumlahnya saya kira tidak perlu dijelaskan. Jadi setelah (utangnya) dikonversi (ekuitasnya) menjadi positif,” kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di kantornya, Jakarta, Rabu (5/8).
Menurut Jonan, kondisi ekuitas perusahaan penerbangan menjadi perhatian pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dihubungi secara terpisah, Direktur Utama Batik Air Achmad Luthfi enggan membeberkan besaran utang yang dikonversi untuk memulihkan ekuitas perusahaannya.
“Kami (pengusaha penerbangan) telah mematuhi aturan pemerintah, kewajiban pemerintah harus memberikan pelayanan yang baik kepada pengusaha penerbangan,” kata Achmad kepada CNN Indonesia.
Achmad mencontohkan, maskapainya mengalami kesulitan dalam mengajukan rute penerbangan yang dilakukan melalui sistem online.
“Sistem online nggak jalan, kami nggak bisa masuk (ke sistem), failed terus,” kata Achmad. (gen)