Acara yang telah memasuki tahun keliman ini akan dilaksanakan dari tanggal 14-18 Oktober 2015 di Grand Indonesia West Mall Lantai 5, Jakarta, dengan target transaksi penjualan mencapai Rp 25 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Selama ini banyak orang Indonesia selaku pemiliki sumber daya mutiara tidak begitu paham mutiara yang digenggamnya itu dari mana,” kata Maman
“Di dunia ini, produksi SSP hanya sekitar 10 – 12 ton per tahun, sementara Indonesia bisa berkontribusi antara 5 ton,6 ton, pernah 7 ton per tahun,” ujarnya.
Kegiatan ini bertema “Discover The Exotic East Indonesia” dengan mengangkat Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu daerah penghasil mutiara laut selatan Indonesia.
Peserta IPF ditargetkan sebanyak 60 booth yang terdiri dari pelaku usaha mutiara, ASBUMI, KKP, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi penghasil mutiara dan pengrajin/UKM mutiara, dengan target pengunjung yang berasal dari para pecinta mutiara, wanita profesional, kaum sosialita, para ibu-ibu rumah tangga yang koleksi perhiasannya mulai beralih dari batu pemata ke mutiara.
Rangkaian kegiatan IPF meliputi Sneak Preview, Lelang Mutiara, Opening Ceremony oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Ladies Program, Forum Mutiara, Lomba Desain Perhiasan Mutiara, Talkshow, Fashion Show, dan lain-lain.
“Yang menarik pada penyelenggaraan IPF tahun ini, kita kan mengadakan lelang mutiara tapi masih terbatas untuk para vendor domestik di Indonesia,” ujar Maman.
Lelang itu diharapkan bisa menjadi cikal bakal pelaksanaan Lelang Mutiara International atau International Pearl Auction di Tanah Air. Selama ini, lelang mutiara internasional hanya terpusat di Hongkong dan kota Kobe di Jepang.