Nantinya, Kementerian ESDM akan mempercaya BPPT sebagai penganalisa kelayakan proyek melalui feasiblity studies (FS) yang dilakukannya. Tidak hanya itu, BPPT juga akan kebagian pekerjaan Front End Engineering Design (FEED) di beberapa proyek infrastruktur yang dimiliki Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero).
"Selama ini kan FS dan FEED pakai konsultan. Nanti kami akan menyiapkan project plan bersama dan kalau oke tinggal lelang," ujar Menteri ESDM Sudirman Said usai penandatangan kesepakatan bersama antara Kementerian ESDM, BPPT dan Pertamina di Jakarta, Senin (10/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berangkat dari hal tersebut, mantan bos PT Pindad (Persero) ini akan memberdayakan BPPT untuk mengerjakaan FS hingga FEED pada proyek ketenagalistrikan serta energi baru dan terbarukan (EBT) nasional.
Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo meyakini adanya kerjasama antara Kementerian ESDM dan BPPT akan memberi dampak yang positif pada sisi teknis atau pada penggunaan teknologi. Akan tetapi, kata Indroyono rencana kerjasama tadi juga harus dikoordinasikan di tingkat nasional dengan menggandeng Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan lembaga lain.
Hal ini agar Bappenas juga berperan dalam merancang arah sekaligus bentuk program termasuk conseptual design dan engineering.
"Untuk itu juga perlu koordinasi yang kuat dengan BPPT, LIPI dan klaster-klaster perguruan tinggi," kata putra dari Soesilo Soedarman ini. (gen)