Sangat pasnya Darmin menduduki jabatan baru itu disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang pernah menjadi mitra kerja Darmin ketika menjabat sejumlah posisi penting di pemerintahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus Partai Golkar yang sekarang duduk di Komisi VII DPR ini mengatakan sosok Darmin juga terlihat lebih konservatif terutama ketika Gubernur Bank Indonesia. “Bagus untuk di pemerintahan Jokowi yang progresif ini,” tutur Mekeng. (Baca: Putra Darmin Sebut Sang Ayah Sosok Menko yang Komplit)
“Jangan men-judge begitu saga, hormati asas praduga tak bersalah. Jangan serta merta menuding dia memiliki kesalahan,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Bidang Ekonomi dan Keuangan versi Munas Jakarta ini.
Sebelumnya, anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun meminta Presiden Jokowi memilih figur yang bersih dan punya kredibilitas tinggi untuk masuk dalam jajaran Kabinet Kerja.
"Saya ingin Presiden Jokowi memilih figur yang bersih dan punya kredibilitas tinggi untuk masuk dalam jajaran Kabinet Kerja," kata Misbakhun di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (12/08).
Ia mengatakan, saat menjadi Dirjen Pajak, Darmin Nasution adalah orang yang tanda tangan Surat Keputusan Keberatan PT. Surya Alam Tunggal terkait kasus Mafia Pajak Gayus Tambunan. Dalam kasus PT. SAT tersebut, lanjutnya, semua sudah dihukum dan punya kekuatan hukum tetap mulai dari Gayus Tambunan sendiri sampai atasannya.
Politikus Partai Golkar versi Munas Bali itu mengatakan, saat menjadi Dirjen Pajak ada beberapa permasalahan Darmin yang lain. Contohnya seperti dugaan pelanggaran prosedur dikabulkannya kasus Keberatan PT. Halliburton Indonesia yang keberatannya sudah pernah ditolak oleh Dirjen Pajak sebelumnya. Tetapi oleh Darmin Nasution malah dikabulkan.
"Jangan sampai juga figur seperti Darmin Nasution menjadi beban bagi Kabinet Kerja karena permasalahannya di masa lalu," ujarnya. (obs)