Dalam pertemuan sekitar dua jam Jokowi mengajak kedua tokoh tersebut berdiskusi mengenai ekonomi, hal yang sama dilakukannya ketika menjalani proses seleksi menteri Kabinet Kerja di awal dirinya menjadi pemimpin negeri.
"Mengajak ngomong substansi ekonomi. Saya kira beliau ingin minta pendapat banyak orang," ujar Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (3/7) petang usai bertemu Presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Substansi ekonomi banyak, tapi tak melenceng dari substansi," katanya.
"Pak Darmin bicara soal ekonomi, bagaimana uang trickling down dari atas ke bawah sudah mulai terasa di pasar. Ya saya menambahkan masalah permodalan, financial inclusion, seperti itu. Tidak spesifik, sebentar sekali," ujar dia.
Menurut mantan Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2000-2007 tersebut, Jokowi banyak bertanya kepada keduanya mengenai pandangan-pandangan, termasuk soal aliran belanja pemerintah.
Ia pun mengaku sadar bahwa belakangan ini Presiden mulai sering memanggil beberapa pihak. "Kayaknya Presiden banyak panggil orang untuk dapat tambahan informasi," kata Alex.
Sementara Alexander Rusli, memiliki bekal pengalaman sebagai staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika di periode 2000-2007 serta staf ahli Menteri Badan Usaha Milik Negara periode 2007-2009. (gen)