Hasil survei itu mengindikasikan adanya perlambatan pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer baik secara triwulanan maupun tahunan. Indeks Harga Properti Residensial pada triwulan II-2015 tumbuh sebesar 1,38 persen secara kuartalan (qtq) atau 5,95 persen secara tahunan (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat 1,44 persen (qtq) atau 6,27 persen (yoy).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlambatan kinerja properti juga tercermin dari pertumbuhan penjualan properti residensial pada triwulan II-2015 yang sebesar 10,84 persen, (qtq), lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang sebesar 26,62 persen (qtq). Perlambatan penjualan terutama terjadi pada rumah tipe menengah.
Sementara itu, sumber pembiayaan konsumen untuk membeli properti masih didominasi oleh pembiayaan perbankan (KPR). Sebanyak 72,20 persen responden masih memanfaatkan KPR sebagai fasilitas pembiayaan dalam pembelian properti residensial, khususnya pada rumah tipe kecil. (ded/ded)