"Pembukaan data room Blok B masih dalam proses dan belum di-approve oleh SKK Migas. Ini sekalian mengklarifikasi beberapa info yang mengatakan izin pembukaan data room sudah di-approve," kata Taufik Ahmad, Vice President Commercial and Business Development ConocoPhillips di Jakarta, Rabu (26/8).
Ahmad menambahkan meski belum mendapat lampu hijau membuka data room tersebut, perusahaannya optimistis aset di Blok B akan dilirik oleh sejumlah KKKS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya portfolionya masih bagus dan produksinya juga masih lumayan. Tapi kami ingin menjual semua asetnya mumpung waktunya (habis kontrak) masih lama," terang Ahmad.
Meski begitu, Ahmad menegaskan penawaran PI perusahaan tak hanya diprioritaskan untuk dua mitra kerjanya tersebut.
"Penawaran ini untuk semua dan tidak ada prioritas. Jadi terbuka untuk siapapun," cetusnya.
Mengutip situs resmi ConocoPhillips, pada medio 2014 lalu Blok B memiliki angka produksi di kisaran 5 ribu barel minyak per hari (bph) dan gas berkisar 117 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan gas alam cair (LNG) di angka 4 ribu bph. Blok migas ini sendiri sudah mulai berproduksi sejak 1979 dan akan kadaluarsa kontraknya pada 2021 mendatang. (gen)