"Bayangkan pada tahun itu, 180 juta penduduk usia muda akan mendominasi Indonesia, itu adalah aset. Dengan populasi yang besar itu, Anda bisa menciptakan kelas masyarakat baru sebagai pangsa pasar yang potensial. Sudah bukan saatnya perekonomian Indonesia berdasarkan komoditas lagi," kata Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde di Jakarta, Selasa (1/9).
Lagarde mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara beruntung yang bisa memiliki banyak populasi usia produktif di saat negara lain mengalami penurunan pertumbuhan penduduk. Dengan adanya hal ini, penduduk usia produktif Indonesia akan menguasai setengah dari jumlah golongan usia tersebut di Asia Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menciptakan generasi produktif yang berkualitas, hal pertama yang perlu dilakukan oleh Indonesia adalah mengurangi angka pengangguran usia muda. Lagarde mengatakan, bakat-bakat masyarakat muda akan tergali jika lapangan pekerjaan bagi generasi muda tersedia banyak di Indonesia.
Perbaiki Tiga Hal
Sebelum menciptakan lapangan pekerjaan itu, mantan pegawai kantor hukum internasional Baker and McKenzie di Chicago itu menilai Indonesia perlu memperbaiki tiga hal krusial yaitu infrastruktur, iklim investasi, dan juga integrasi perdagangan. Ketiga hal itu, tambahnya, bisa menjadi sarana penghubung Indonesia terhadap perekonomian global.
"Perekonomian yang dinamis seperti China, Jepang, dan Korea Selatan telah memaksimalkan potensi ekonomi mereka dengan mendekatkan diri terhadap kondisi global. Belajar dari situasi global, lalu keluar ke pasar global untuk bersaing di ranah itu. Indonesia juga bisa seperti itu, asalkan bisa memenuhi tiga syarat itu," jelasnya. (gen)