“Sekitar 20 persen tenant di area komersial kami bongkar gerainya demi menciptakan ruang publik yang lebih luas sehingga berdampak kepada kenyamanan penumpang pesawat,” ujar Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi di Jakarta, Senin (7/9).
Ia menambahkan, nantinya di bekas area komersial tersebut akan dilakukan penambahan kursi tunggu bagi para penumpang yang bepergian melalui Soekarno-Hatta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada insiden kebakaran beberapa waktu lalu tersebut, diketahui penyebab terbakarnya terminal 2E akibat api yang muncul dari oven elektrik salah satu tenant di JW Lounge.
Sayangnya Agus tidak menjelaskan secara rinci, seperti apa perubahan seleksi penyewa ruang bisnis yang akan dilakukan oleh manajemen perusahaan. Ia hanya menyebut bahwa AP II akan menerapkan manajemen krisis sesuai standar Airport Emergency Plan atau AEP yang disahkan oleh otoritas penerbangan sipil dalam hal ini Kementerian Perhubungan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa Soekarno-Hatta akibat timbulnya ketidaknyamanan sebagai dampak dari terbakarnya JW Lounge di Terminal 2E yang merupakan musibah di luar kuasa kami,” tegasnya. (gen)