Apabila mempertimbangkan empat bulan waktu tersisa, Darmin memperkirakan realisasi penyaluran KUR hingga akhir tahun hanya sebesar RP 3,69 triliun atau 12,3 persen dari target. Untuk itu, Darmin berjanji pemerintah akan mempercepat penyaluran KUR agar bisa memenuhi target.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mau berikan pinjaman ke sektor produktif karena memberikan nilai tambah, seperti contohnya pertanian. Kita tidak ingin lagi kredit itu lari ke sektor perdagangan," tutur Bambang di lokasi yang sama.
Kredit tersebut disalurkan melalui tiga bank pelat merah yaitu PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia, dan juga PT Bank Mandiri. Hingga akhir tahun ini, pemerintah menargetkan kredit outstanding sebesar Rp 30 triliun dengan rincian kredit mikro sebesar Rp 20 triliun, kredit ritel Rp 9 triliun, dan kredit untuk TKI sebesar Rp 1 triliun.
Untuk tahun depan, rencananya pemerintah akan menurunkan bunga KUR menjadi 9 persen, dengan target outstanding kredit sebesar Rp 120 triliun, atau naik empat kali lipat dibanding tahun ini. Dalam menjalankan hal tersebut, pemerintah juga meningkatkan pagu subsidi menjadi Rp 10,5 triliun atau 10 kali lipat dibanding pagu tahun ini.
Sebagai informasi, data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan adanya 56,7 juta unit UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, pada tahun ini Kementerian Koperasi dan UKM juga berharap adanya 800 ribu unit yang naik kelas ke level UKM, dari angka 602 ribu unit di tahun lalu.