Sementara itu, di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah melemah sebesar 71 poin (0,50 persen) ke Rp 14.332 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp 14.280-Rp 14.364 per dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Riset PT MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan dirinya adalah salah satu pihak yang pesimistis terhadap kinerja pemerintahan saat ini. Hal itu, lanjutnya, ditambah dengan melemahnya perekonomian dunia. “Sejak awal saya memang pesimistis. Apalagi secara global banyak pemangkasan pertumbuhan ekonomi. Mulai dari Bank Dunia sampai IMF. Saya melihat worst case scenario IHSG bisa mencapai 4.050,” katanya.
Sebanyak 116 saham naik, 158 saham turun, 79 saham tidak bergerak, dan 203 saham tidak ditransaksikan. Sebanyak enam sektor melemah, dipimpin oleh sektor agribisnis yang turun 3,13 persen dan sektor pertambangan yang terkoreksi 2,02 persen.
Saham di sektor agribisnis yang paling melemah adalah PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI, Rp 16.500) yang turun 4,62 persen dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG, Rp 2.620) yang melemah 4,73 persen.
Di sektor pertambangan, saham yang paling terkoreksi adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG, Rp 8.600) sebesar 3,91 persen dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA, Rp 5.575) sebesar 3,88 persen.
Dari Asia, mayoritas indeks saham melemah. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang turun sebesar 2,51 persen, indeks Straits Times di Singapura yang melemah sebesar 1.37 persen, dan indeks Hang Seng di Hong Kong yang terkoreksi sebesar 2,57 persen.
Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa juga melemah sejak dibuka siang tadi. Indeks FTSE100 di Inggris turun 0,75 persen, DAX di Jerman yang melemah 0,42 persen, dan CAC di Perancis yang terkoreksi 0,64 persen. (gir/ded)