Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Ki Syahgolang Permata mengatakan realisasi kontrak baru tersebut mayoritas berasal dari lini bisnis konstruksi sebesar 88 persen, sedangkan sisanya sebesar 12 persen merupakan proyek-proyek dari lini bisnis lainnya.
“Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari swasta dan lainnya sebanyak 43 persen, BUMN tercatat 13 persen, sementara APBN/APBD sebesar 44 persen,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (16/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Hingga Agustus 2015, Adhi Karya telah mengikuti tender senilai Rp 35,2 triliun. Selain realisasi perolehan kontrak baru tersebut, terdapat Rp 1,5 triliun yang telah ditetapkan pemenang dan Rp 1,3 triliun merupakan penawar terendah,” jelasnya.
Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan menyatakan pihaknya telah menetapkan harga saham baru untuk rencana right issue perseroan awal Oktober 2015. Namun, hal tersebut masih menunggu keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 22 September 2015.
"Kemarin (15/9), diputuskan harga right issue di level Rp 1.560 per lembar," kata Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan ketika ditemui di Jakarta, Rabu (16/9).
Harga itu, menurutnya telah disetujui oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan akan disampaikan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hari ini. (gen)