Bahkan, instansi yang dipimpin oleh Menteri Thomas Trikasih Lembong ini memperkirakan harga kedua komoditas tersebut akan cenderung turun mendekati hari raya kurban yang jatuh pada 24 September mendatang.
“Sebenarnya harga daging sapi menjelang Idul Adha tidak masalah, karena kan harga cenderung turun,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina saat ditemui di kantornya, Jumat (18/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau Idul Fitri itu memang kebutuhan konsumsi (dagingnya) sangat tinggi, kalau ini (Idul Adha) tinggi tapi kan masyarakat melakukan kurban kemudian membagikannya gratis. Jadi artinya (Idul Adha) ini sosial dan setelah itu harga relatif turun,” ujarnya.
Data Kementerian Perdagangan mencatat rata-rata harga daging sapi saat ini sudah turun menjadi Rp 108 ribu per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp 110 ribu per kg kemarin.
Lebih lanjut, ia memaparkan terdapat 270 ribu ekor pasokan sapi lokal menjelang Idul Adha di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).
Sedangkan itu, untuk pasokan sapi lokal yang akan dijadikan kurban tahun ini diperkirakan mencapai 170 ribu ekor untuk wilayah Jabodetabek.
“Jadi akan ada stok sekitar 100 ribu ekor. Stok itu datangnya dari Nusa Tenggara, Jawa Tengah (Jateng), Jawa Timur (Jatim), untuk masuk ke Jabodetabek,” tuturnya.
Sementara untuk pasokan kambing menjelang Idul Adha ditaksir mencapai 800 ribu ekor, yang 500 ribu diantaranya diperkirakan akan dikurbankan.
“Jadi artinya (stok kambing) cukup sampai Hari Idul Adha. Jadi harga (daging) akan landailah atau stabil,” tandas Srie. (dim/dim)