Wakil Ketua Komite I DPD, Fachrul Razi menilai fokus kebijakan pemerintah, yang lebih mengarah pada peningkatan daya saing industri, kurang tepat karena akar permasalahan ekonomi saat ini justru terletak pada rendahnya daya beli masyarakat. Karenanya, dia melihat dampak positif dari paket kebijakan ekonomi jilid I Jokowi kurang dirasakan langsung oleh masayrakat di daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah ada kartu Indonesia sehat, sebentar lagi ada kartu Indonesia sabar," kata Fachrul di menyindir.
Hal senada juga disampaikan oleh ekonom sekaligus Guru Besar Universitas Lampung, Bustanul Arifin. Dia menilai, kebijakan Jokowi hanya jelas di level nasional dan belum sampai ke daerah.
"Yang penting itu adalah komunikasi ke daerah-daerah. Karena ini hanya sebatas national policy (kebijakan nasional)," ujarnya.
Harmonisasi kebijakan pusat dan daerah, kata Bustanul, menjadi sesuatu yang harus diupayakan segera oleh pemerintah guna mendukung paket yang dikeluarkan Jokowi. Untuk itu, komunikasi dua arah antara pemerintah pusat dan daerah menjadi syarat mutlak yang ahrus dilakukan.
"Kalau komunikasi tidak sampai ya apa yang mau disesuaikan," ujarnya. (ags)