“Kereta (api ke pelabuhan) akan mulai beroperasi di akhir Februari 2016 tapi Pak Menko (Rizal Ramli) minta dipercepat,” kata Deputi Bidang Sumber Daya Alam (SDA) dan Jasa, Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Agung Kuswandono dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (23/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bisa atau tidaknya (operasional kereta barang dipercepat) karena terus terang kami tidak memperhitungkan (proyek kereta api) yang ke (bandara) Soekarno-Hatta itu,” ujarnya.
“Alhamdullilah, sudah ada kesepakatan tertulis antara PT KAI dan PT Pelindo II tentang akses kereta api ke (terminal) JICT,” ujarnya.
Agung menuturkan, sebanyak lima petak lahan di jalur rel telah dibebaskan oleh KAI, sedangkan dua petak lahan masih dalam proses pembebasan.
“Dua tempat saja belum bebas karena pemilik yang satu TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dan satu lagi orangnya (pemiliknya) sedang tidak berada di tempat dan itupun tidak berada di rel kereta apinya. (Lahan) itu di samping kiri-kanan (rel)nya,” kata Agung.
Setelah kedua lahan itu bebas, pembangunan jalur rel baru menuju pelabuhan Tanjung Priok akan dilanjutkan kembali oleh PT KAI pada Oktober 2015.
“Saat ini sudah dilakukan penertiban penduduk di sekitar rel, sosialisasi, dan perbaikan rel lama sudah dimulai,” kata Agung.