Untuk merealisasikan target tersebut, jajaran Kementerian yang dipimpin oleh Thomas Trikasih Lembong tersebut berencana menggenjot besaran eskpor kopi ke negara-negara tujuan seperti Italia dan Amerika Serikat.
"Indonesia harus bisa menjadi penyuplai kopi peringkat pertama dunia," ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN), Nus Nuzulia Ishak akhir pekan kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dalam lima tahun terakhir, angka ekspor kopi Indonesia ke Italia terus mengalami peningkatan sekitar 10,14 persen.
Berangkat dari hal tersebut Kementerian Perdagangan akan terus melakukan sosialisasi mengenai produk kopi olahan Indonesia.
"Budaya minum kopi begitu erat di Italia. Kita (akan terus) kenalkan racikan kopi terbaik nusantara. Kemudia pasar kopi yang begitu tinggi ini hendak kita rebut dan alihkan dari biji kopi menjadi kopi olahan," tutur Nus.
Menyusul adanya target untuk menggeser Brasil sebagai eksportir terbanyak kopi dunia, Nus bilang Kementerian Perdagangan tengah melakukan upaya sosialisasi kopi nusantara bersama Asosiasi Eksportir Kopi (GAEKI).
Ia berharap, dengan adanya upaya sosialisasi ini sejumlah kalangan mulai dari importir, roasters, barristas sampai pemilik kedai dan penikmat kopi dari Italia mampu mengenal lebih detil menyoal kekhasan kopi nusantara meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Flores hingga Papua.
(dim/dim)