“Keberhasilan menembus angka Rp 2 triliun hanya dalam waktu singkat tentu merupakan prestasi membanggakan yang menunjukkan keseriusan BRI dalam melakukan akselerasi penyaluran KUR sejak moratorium dibuka kembali,” tutur Sekretaris Perusahaan BRI Budi Satria seperti dikutip dari keterangan resmi perseroan, Selasa (29/9).
Budi memaparkan, sektor perdagangan masih mendominasi pembiayaan dari total KUR yang disalurkan, yaitu sekitar 69,3 persen, disusul oleh pembiayaan di sektor pertanian 19,95 persen, dan ke sektor ekonomi lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari segi kualitas kredit, level NPL KUR BRI tercatat berada di posisi 0 persen. Sementara itu, potensi untuk meningkatkan debitur dari KUR ke pinjaman komersial cukup besar. Bahkan Budi yakin sekitar 153 ribu debitur KUR baru akan beralih ke kredit komersial.
“Sebab kalau binaan BRI ini bermigrasi ke kredit komersial, itu artinya bisnisnya semakin bagus dan menjadi bankable serta mereka sudah punya aset riil yang dapat menjadi agunan untuk pemberian kredit dengan nominal yang lebih besar,” ujar Budi.
Lebih lanjut Budi mengungkapkan, BRI memanfaatkan Teras BRI yang berada di pasar-pasar basah dan BRI Unit yang menjangkau daerah-daerah terpencil untuk dapat meningkatkan penyaluran KUR. Hingga saat ini, jumlah jaringan mikro, termasuk Teras BRI dan Teras BRI keliling adalah 9.033 outlet dengan infrastruktur IT real time online.