“Paling tidak angkatan laut harus diberikan enam sampai delapan kapal besar paling tidak level seperti Landing Platform Dock (LDP) yang panjangnya 140 meteran kira-kira,” kata Susi dalam acara Lokakarya Publik bertema “Laut Masa Depan Bangsa” di Kantor Pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Rabu (30/9).
Susi merinci paling tidak satu kapal digunakan untuk standby mengawasi perairan Malaka, satu kapal di perairan Kepulauan Natuna, satu kapal untuk perairan Sulawesi hingga ke wilayah timur Indonesia, dan dua kapal untuk mengawasi perairan laut Arafuru dan Timor Leste.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Angkatan laut dan kepolisian harus bicara kepada pemerintah bahwa dengan hilangnya ribuan kapal illegal fishing itu pemerintah itu sudah menghemat BBM ratusan triliun rupiah per tahunnya,” ujarnya.
Selain penambahan kapal laut, Susi juga menilai angkatan laut perlu menambah armada pesawat udara. Belajar dari pengalaman penangkapan kapal Silver Sea beberapa waktu lalu, foto udara aktivitas ilegal kapal itu berasal dari pemerintah Australia.
“Tentu Angkatan Laut harus punya armada udara lebih banyak daripada kapal lautnya,” ujarnya. (gen)