Direktur Corporate Banking PT Bank Mandiri Tbk Royke Tumilaar menyatakan paket kebijakan yang mengatur penurunan pajak bunga deposito tersebut bagus untuk menambah dana yang bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur.
“Harapannya uang yang masuk bisa dipakai untuk proyek lagi. Jadi untuk menarik agar orang menaruh DHE di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Rabu (30/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ini kan butuh dana besar untuk infrastruktur. Contohnya proyek listrik 35 ribu Megawatt (MW) itu kan butuh dana besar. Dana dari China Development Bank (CDB) itu tidak cukup. Maka butuh dana dari masyarakat. Ketimbang meminjam, lebih enak dari dana yang ada,” jelasnya.
Di sisi lain, ia menilai ranah kebijakan pajak memiliki efek langsung untuk penerimaan negara. Ia menilai, insentif pajak dibutuhkan agar para pengusaha ekspor tidak menyimpan devisa di luar negeri.
“Kalau pajak kan urusan pemerintah. Pajak kan pengaruhnya ke pendapatan pemerintah. Biasanya kan uang DHE ditaruh di Singapura, maka dengan adanya insentif pajak ini diharapkan bisa masuk ke dalam negeri,” jelasnya.
Tidak Instan
Sementara, Head of Trust Service Unit PT Bank Negara Indonesia Tbk Andry Widianto menyatakan adanya kebijakan penurunan pajak deposito tersebut masih belum terlihat karena dinilai membutuhkan waktu untuk dipelajari.
Namun, ia menilai sisi positif kebijakan itu untuk menarik minat perusahaan multinasional agar menggunakan produk trustee dari BNI. Hal itu membuatnya bakal gencar memasarkan produk perseroan.
“Kami akan lebih gencar memasarkan produk ini kepada nasabah potensial kami,” ujarnya.
Andry merinci, hingga Agustus 2015 total transaksi trustee di BNI sebesar Rp 32,7 triliun atau meningkat sebesar 15,4 persen dari periode yang sama di tahun lalu.
“Diperkirakan hingga akhir 2015 total transaksi trustee di BNI dapat meningkat sebesar 20 persen dibanding tahun lalu,” jelasnya.
Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Juda Agung berhitung dengan insentif pajak DHE tersebut, terdapat potensi US$ 1 miliar devisa datang setiap bulannya ke bank devisa dalam negeri.
“Potensi itu didapat dari rata-rata total nilai ekspor Indonesia yang mencapai US$ 30 miliar. Ada sekitar 92 persen DHE yang dibawa kembali ke dalam negeri per tahun, namun tidak dalam tenor yang lama,” jelasnya. (gen)