Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan bahwa pemotongan bunga kredit ini akan dikenakan khusus untuk kredit program. Salah satu contoh program tersebut adalah program pinjaman satu hingga tiga tahun bunga tetap (fixed rate).
"Biasanya kan kalau KPR non-subsidi program itu kan mengikuti bunga pasar, sehingga kami sedang kaji untuk mengubah nilai kredit tersebut agar tidak memberatkan nasabah," kata Maryono di Jakarta, Rabu (7/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ia mengatakan bahwa penurunan bunga tersebut akan dilakukan jika perusahaan menemukan sumber dana yang murah. Alasannya, agar menjaga Net Interest Margin (NIM) sehingga tidak memengaruhi target laba perusahaan hingga akhir tahun.
"Bunga subsidi kan sudah murah di angka 5 persen. Sehingga nanti kami lihat suku bunga kami yang lain. Selama bunga masih bisa diturunkan, kami mendapatkan dana-dana yang murah juga, ya pasti kami turunkan," ujarnya.
Sebagai informasi, hingga semester I tahun ini KPR BTN telah mencapai Rp112,90 triliun atau memiliki proporsi sebesar 85,9 persen dari total kredit sebesar Rp126,13 triliun. Dari angka tersebut, sebanyak Rp38,01 triliun diperuntukkan bagi KPR subsidi sedangkan Rp49,75 triliun diperuntukkan bagi KPR non subsidi. (ded/ded)