Turut hadir dalam acara pendatanganan itu Direktur Gas, Energi Baru dan Terbarukan Pertamina Yenni Andayani, Ketua DPRD Palu M. Ikbal Andi Magga, dan Wakil Walikota Palu Mulhanan Tobolotutu.
Yenni mengungkapkan KEK Palu memiliki potensi yang luar biasa, dengan lokasi strategis yang dilalui alur pelayaran Internasional, KEK ini memiliki infrastruktur penunjang seperti pelabuhan yang berpotensi besar untuk menjadi basis pengembangan aneka industri dari sumber daya Pertanian, Perkebunan dan Pertambangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi memang akan dilakukan pengembangan kawasan secara terintegrasi, jadi bukan hanya membuat fasilitas receiving terminal tapi juga ingin membangun pembangkit listrik dan jaringan-jaringan pipa yang diperlukan untuk pengembangan wilayah ekonomi khusus tersebut," kata Yenni.
Untuk investasi pengembangan KEK sendiri, Wakil Walikota Palu Mulhanan Tobolotutu menyebut pemerintah pusat menyediakan dana sebesar Rp 7 triliun. Ia mengatakan akan ada potensi dana investasi yang masuk sebesar Rp 42 triliun apabila KEK tersebut berhasil dibangun dan ditempati oleh para pelaku industri.
Untuk itu ia berharap Pertamina menjadi satu-satunya badan usaha milik negara (BUMN) yang mengakomodir kebutuhan industri yang ada di KEK khususnya industri yang membutuhkan gas dalam operasionalnya.
"Saat ini ada kurang lebih yang daftar minat itu ada 37 perusahaan mulai dari industri pengolahan sampai manufaktur, sekarang lagi tahap pembangunan. Sekarang ini yang dibutuhkan adalah gas," ujar Mulhanan. (gen)