Dalam paket pertama, lanjut Darmin, terlalu banyak deregulasi peraturan dari berbagai lintas sektor sehingga tidak fokus. Padahal dasarnya paket tersebut dibuat dalam rangka meyakinkan pasar dan masyarakat mengenai kesiapan Indonesia dalam menghadapi perlambatan ekonomi global.
"Kita sudah mencoba melakukan itu pada paket awal, itu memang agak terlalu ambisius. Begitu banyak Peraturan Pemerintahnya. Ada 11-20 butir belum lagi Peraturan Menteri banyak sekali yang harus dipangkas. Padahal kita ingin meyakinkan masyarakat dan market bahwa kita serius," ujar Darmin dalam acara sosialisasi paket kebijakan ekonomi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Kamis (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contohnya, bagaimana paket kedua lebih kongkrit dan sederhana kita fokuskan pada soal kemudahan investasi. Ini kita limpahkan ke tugas ke BKPM," ujarnya.
Selain itu, Darmin juga yakin bahwa kemunculan paket kebijakan jilid IV bakal direspons baik. Menurutnya, pergerakan nilai mata uang rupiah akan membaik setelah paket tersebut meluncur.
"Kurs kita itu bukan nilai sebenarnya, selama 9 bulan terakhir rupiah kita itu merupakan pengaruh spekulasi. Dari persepsi dan sebagainya. Sehingga untuk mengubahnya pertama-tama anda harus pengaruhi persepsi. Ya melalui paket ini," lanjut Darmin. (gir/gir)