Adapun peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek akan dilakukan di Walini, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat pada 9 November 2015 mendatang.
Sebelumnya, PSBI merupakan perusahaan patungan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan porsi kepemilikan 38 persen, PT Kereta API Indonesia (KAI) dengan porsi kepemilikan 25 persen, PT Perkebunan Nusantara VIII dengan porsi kepemilikan 25 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan porsi kepemilikan 12 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tahap awal, ungkap Sahala, pada jalur sepanjang 140 km itu akan dibangun lima stasiun baru yaitu di kawasan Halim Perdanakusuma (Jakarta), Karawang (Jawa Barat), Walini (Jawa Barat), Kopo (Jawa Barat), dan Gede Bage (Jawa Barat). Rencananya, harga tiket akan dibanderol di kisaran Rp 200 – Rp 220 ribu per penumpang.
Ia menambahkan, kecepatan operasional kereta diperkirakan ada di kisaran 250 – 300 km per jam. Menurutnya, teknologi yang tinggi memungkinkan kereta cepat bisa menaik-turunkan kecepatan dengan kilat.
Sementara itu, sebanyak 25 persen sisanya berasal dari modal anak usaha gabungan itu. Sebagai informasi, hari ini, PSBI dan China Railway International Co. Ltd telah menyepakati pembentukan anak usaha gabungan untuk pembangunan dan penyelenggaraan layanan kereta cepat Jakarta-Bandung. Adapun porsi pemilikan PSBI adalah 60 persen sedangkan 40 persen sisanya dipegang oleh perusahaan Tiongkok.