Dari angka yang diusulkan pada kisaran Rp 8,89 triliun, akhirnya komisi VII dan Badan Anggaran DPR hanya meloloskan anggaran Kementerian ESDM tahun depan di angka Rp 7,80 triliun, atau mengalami pemangkasan sekitar Rp 1,08 triliun.
"Setelah melakukan serangkaian pembahasan, yang disepakati Rp 7,8 triliun. Kami infokan bahwa hari ini kami terima surat dari banggar," ujar Ketua Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika di gedung DPR Jakarta, Senin (19/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pagu anggaran sekitar Rp 3,28 triliun yang diusulkan, Direktorat yang dipimpin oleh IGN WIratmaja Puja itu hanya mendapati persetujuan anggaran sekitar Rp 2,3 triliun.
Adapun Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) menjadi pos yang paling mendapatkan banyak tambahan anggaran.
"Kalau (pos) yang lain tidak karena anggaran yang tahun ini saja serapannya sangat rendah," tutur Kardya.
Menanggapi adanya putusan tersebut, Sudirman mengungkapkan bahwa pemangkasan pagu anggaran Kementerian ESDM sejalan dengan upaya penataan anggaran yang tengah dijalankan jajarannya.
"Ingin saya share bahwa mood atau suasana yang kami bangun adalah suasana meluruskan banyak hal termasuk dalam hal penataan anggaran, termasuk proses yang kami tata ulang. Sebagai info ketika kemenkeu dan bappenas bilang negatif kami sadari ada task performance yang kurang baik, makanya kami lakukan perbaikan," ujar Sudirman. (dim/gen)