Hal ini dilakukan menyusul rampungnya pabrik pengolahan rare earth mini yang sejak pertengahan tahun ini telah dioperasikan perseroan di Muntok, Bangka Barat.
"Kalau pabrik yang kecil sudah jadi dan dioperasikan Agustus lalu. Sekarang kami persiapan untuk membangun pabrik yang berskala industri," kata Sukrisno, Direktur Utama Timah di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (21/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, pihaknya sendiri mengaku sudah menentukan lahan yang akan menjadi lokasi pabrik sekaligus hitungan investasi yang akan digelontorkan dalam proyek tersebut.
Sebagai pengingat, adanya pengembangan pabrik pengolahan tanah jarang Timah tak lepas dari ide Dahlan Iskan tatkala masih menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beberapa tahun lalu.
Untuk diketahui, bahan baku tanah jarang dapat secara mudah diperoleh lantaran tanah jarang merupakan mineral ikutan dari timah.
"Itu nanti akan banyak produk turunan yang bisa dihasilkan kalau kita buat pabrik berskala industri. Kami proyeksikan tahun 2017 konstruksi pabrik bisa selesai," tandas Sukrisno.