Dalam laporan kuartalan yang dibuatnya, Indonesia Economic Quarterly (IEQ) yang berjudul 'Di Tengah Volatilitas Dunia', Bank Dunia menjelaskan saat ini perekonomian Indonesia harus menghadapi volatilitas dunia yang mempersulit pertumbuhan.
Kendati demikian Bank Dunia tetap memuji upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas belanja melalui pemberian stimulus seperti paket kebijakan. Stimulus ini diharapkan mampu membantu Indonesia mengarungi tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan penyerapan anggaran belanja yang melonjak di kuartal III diperkirakan mencapai 21,4 persen dalam kondisi riil selama sembilan bulan pertama 2015 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dalam laporannya, Bank Dunia juga menjelaskan fenomena El Nino berpotensi meningkatkan harga beras hingga 10 persen untuk tahun ini dan inflasi Indeks Harga Konsumen bisa mencapai setidaknya 0,3 hingga 0,6 persen.
"Rumah tangga miskin menggunakan sebagian besar pendapatannya untuk makanan dan akan merasa dampak yang lebih besar dari naiknya harga bahan pokok," ujarnya.
"Perhatian juga dapat diberikan ke sektor manufaktur dan pariwisata yang selama ini kurang banyak digali hal ini dapat menungkatkan pendapatan dan mencegah defisit transaksi berjalan kembali meningkat begitu pertumbuhan menguat," kata Diop.
Laporan IEQ ini juga membahas program jaminan kesehatan nasional yang diluncurkan pada Januari tahun 2014 dan berbagai tantangan keuangan dan ekonomi. (gir/gir)