Direktur Utama BTN, Maryono mengungkapkan, meningkatnya laba bersih perseroan pada kuartal III tahun ini tak lepas dari melonjaknya pendapatan bunga atau interest income, diikuti oleh penurunan beban bunga atau interest expense.
Tercatat, pendapatan bunga perusahaan bertiker BBTN ini pada triwulan III 2015 mencapai Rp 11,36 triliun, tumbuh 15,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu di posisi Rp 9,82 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, kata Maryono pendapatan bunga bersih (net interest income) perseroan tercatat Rp 4,96 triliun, meningkat 24,43 persen dibandingkan capaian kuartal III tahun lalu.
Mengutip laporan keuangan, per 30 September 2015 Bank BTN membukukan pertumbuhan aset sebesar 16,58 persen dari Rp 142,43 triliun per September 2014 menjadi Rp 166,4 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp 124,47 triliun atau naik 22 persen dari Rp 101,84 triliun 22,22
Lebih lanjut, Maryono mengungkapkan pada periode Juli-September 2015 perseroan juga telah berhasil meningkatkan penyaluran kredit sebesar Rp 131,58 triliun, naik 19,04 persen dari capaian periode sama tahun lalu sebesar Rp 110,54 triliun.
Dengan peningkatan ini, katanya lebih baik dibandingkan rata-rata industri nasional per Agustus 2015 yang ada di kisaran 10,96 persen.
Di mana porsi pembiayaan kredit perumahan masih mendominasi dengan komposisi 89,61 persen atau sebesar 117,91 triliun. Sementara sebesar 10,39 persen sisanya berasal dari penyaluran kredit non perumahan.
"Kita masih fokus di pembiayaan perumahan," imbuh Maryono.
Sedangkan untuk posisi rasio kredit macet bersih atau net non performing loan (NPL) perseroan pada kuartal III tahun ini tercatat berada di angka 3,18 persen, turun 0,45 persen dari tahun sebelumnya, 3,63 persen.
(dim/ags)