Akan tetapi, di tahap awal pemerintah dipastikan akan lebih dulu membentuk perusahaan virtual holding sebelum benar-benar merealisasikan rencana tersebut.
"Karena holding butuh waktu, jadi minimal kami mulai dulu dengan virtual holding atau membuat roadmap (peta jalan)-nya dulu," ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno di kantornya, Senin (26/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini dimaksudkan agar perusahaan BUMN tersebut dapat berkembang tanpa harus saling bersaing di lini bisnis yang sama.
Menyusul instruksi tersebut, Menteri Rini mengisyaratkan bakal membentuk perusahaan holding di beberapa sektor seperti pelabuhan, perkebunan, hingga penjualan minyak dan gas bumi.
Satu diantaranya adalah penggabungan anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor usaha gas bumi, PT Pertamina Gas (Pertagas) dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang beberapa tahun lalu sudah digaungkan.
"Pertagas-PGN lagi dilihat. Tapi itu merupakan program dari roadmap (holding migas)," tutur Rini.
Meski begitu, Wianda bilang pihaknya akan tetap melanjutkan proyek-proyek yang sudah dijalankan perseroan maupun anak usaha sambil menunggu rampungnya roadmap mengenai holding migas.
"Kami akan terus berfokus pada percepatan proyek infrastruktur gas seperti transmisi belawan KIM-KEK, Gresik-Semarang, Porong-Grati dan Muara Karang-Muara Tawar," kata Wianda. (ags/gen)