Direktur Utama LinkNet, Roberto Feliciano mengatakan, meski dinilai menguat secara tahunan namun capaian tersebut sedikit di bawah kuartal II 2015.
Di mana penurunan laba bersih terjadi akibat dampak melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengacu laporan keuangan perseroan yang dirilis beberapa waktu lalu, hingga kuartal III kemarin Link Net telah memiliki jaringan dengan angka diatas 1,6 juta homes passed atau melampui targetan perseroan.
Berbekal hal tersebut, manajemen mengklaim akan terus melakukan pengembangan khususnya dalam hal peningkatan produk dan layanan yang terdepan seiring dengan kemajuan teknologi.
“Kami sudah menerapkan hal-hal ini sehingga kami bisa bertahan dan memposisikan pertumbuhan kami lebih baik. Hal ini ditambah dengan adanya paket paket kebijakan ekonomi yang di luncurkan oleh permerintah Indonesia untuk merespons kondisi ekonomi Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, untuk angka pelanggan atau revenue generating units (RGUs) perseroan hingga kuartal III 2015 telah berjumlah 847 ribu, meningkat sebesar 18 persen secara tahunan.
Roberto mengatakan, peningkatan tersebut didukung oleh tingginya jumlah permintaan atas layanan broadband dan televisi berbayar pada area cakupan perseroan.
“Dalam mengantisipasi indikator makro ekonomi yang melemah, yang mempengaruhi kepercayaan konsumen, serta kuartal tiga yang biasanya lemah, perseroan menerapkan re-marketing yang lebih intensif dan sistematik yang menghasilkan keuntungan signifikan untuk perseroan,” tandasnya.