Desakan ini sehubungan dengan rampungnya proses audit Petral yang sebelumnya dipercayakan oleh perusahaan jasa audit asal Australia, Kordamentha.
"Harus diumumkan karena pasca pembubaran Petral, publik menantikan proses dan hasil audit investigasi untuk mengetahui siapa saja yang terindikasi mafia migas," ujar Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi, Kamis (5/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berangkat dari hal ini, Fahmy meyakini akan terungkap siapa saja pelaku yang selama ini diuntungkan dari kegiatan impor tersebut. Ia menyebut harapan Tim Reformasi Tata Kelola Migas terhadap hasil audit adalah permasalahan Tata Kelola Impor Migas menjadi terang benderang.
Tak hanya itu, Fahmy bilang dengan diumumkannya hasil audit Petral, pemerintah juga akan memiliki referensi dan strategis untuk mencegah kembali terjadinya praktik pemburu rente yang merugikan negara dan masyarakat, hingga pada membawa pemburu rente ke ranah hukum.
Seperti diketahui, pada Selasa (3/11) kemarin Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengaku telah mengantongi hasil audit investigasi Petral.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said bakal memanggil jajaran Direksi Pertamina guna mengetahui secara rinci hasil audit investigasi tersebut.
"Besok atau lusa terima presentasi dari direksi, dan setelahnya kita lihat isinya (seperti) apa," ujar Sudirman kemarin. (gen)