Direktur Transaksi dan Kepatuhan Anggota BEI Hamdi Hassyarbaini mengaku telah membuka suspensi aktivitas dagang PT Danareksa Sekuritas, PT Reliance Securities Tbk, dan PT Millenium Danatama Sekuritas pada perdagangan Kamis (12/11).
“Suspensi ketiga sekuritas sudah kami buka pada hari ini. Tetapi pemeriksaan masih tetap berlangsung,” ujarnya di gedung BEI, Jakarta, Kamis (12/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tidak melakukan manajemen risiko secara andal.
2. Tidak melakukan pemantauan terhadap aktivitas perdagangan efek yang dilakukan untuk kepentingan nasabah dan
3. Tidak menjalankan prinsip mengenal nasabah (KYC) dengan baik.
Misteri Bukti Rekaman
Hamdi mengungkapkan, BEI masih menelusuri bukti rekaman yang dinilai tidak sesuai antara pihak (missmatch). Rekaman tersebut, lanjut Hamdi, merupakan bukti adanya skema transaksi tanpa pembayaran atau Free of Payment (FOP).
“Dalam transaksi FOP biasanya ada konfirmasi melalui pembicaraan di telepon. Itu ada rekamannya antar broker. Mereka terima order nasabah dengan nilai sekian untuk transaksi. Antar broker harus konfirmasi, setelah selesai, baru FOP,” jelas Hamdi
“Ada broker yang menyatakan punya rekaman transaksi, tapi di pihak lain mengaku tidak pernah ada transaksi. Malah ada yang mengaku dapat order dari nasabah hanya lewat handphone,” ujarnya.
Sebelumnya, Komisaris Reliance Securities Anton Budidjaja mengaku Reliance melakukan kontrol yang ketat dalam setiap rencana transaksi di pasar negosiasi. Ia menjelaskan, persetujuan transaksi negosiasi harus dilakukan di kantor pusat, bukan di kantor cabang. Saat ini perseroan memiliki total 32 kantor cabang termasuk yang terintegrasi dengan Pojok Bursa.
"Transaksi terjadi kalau dua pihak setuju. Kami pasti sudah kontak pihak yang membeli dan menjual," ujarnya dalam konferensi pers di kantor Reliance, Jakarta, Rabu (11/11). (gen)