Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia periode September 2015 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga akhir September 2015 pertumbuhan kredit tercatat sebesar 11,1 persen (year on year/yoy) dengan outstanding penyaluran kredit mencapai Rp 3.956,48 triliun. Jika dibandingkan posisi akhir tahun lalu (year to date/ytd), kredit tersebut tumbuh 7,68 persen.
Tak hanya penyaluran kredit yang meningkat, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) oleh perbankan nasional juga tumbuh 11,72 persen (yoy) menjadi Rp 4.464,08 triliun. Sementara margin bunga bersih (net interest margin/NIM) bank umum meningkat dari 4,21 persen pada September 2014 menjadi 5,32 persen pada September 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penurunan laba bersih tersebut terjadi pada seluruh kelompok bank, karena meningkatnya biaya pencadangan akibat jumlah kredit macet atau kredit bermasalah bertambah (non performing loan/NPL).
Laba Tergerus
Berdasarkan kelompok bank, seluruh kelompok bank hingga September 2015 mencatatkan penurunan laba dibandingkan periode sama tahun lalu. Penurunan terbesar dialami oleh kelompok bank campuran yang mencatatkan penurunan laba pada September 2015 sebesar 60,69 persen (yoy) menjadi Rp 1,21 triliun dari sebelumnya Rp 3,09 triliun.
Sementara itu laba bank asing turun 17,57 persen (yoy) menjadi Rp 5,42 triliun, laba bank umum swasta nasional (BUSN) devisa turun 11,85 persen (yoy) menjadi Rp 22,73 triliun, dan laba BUSN nondevisa turun 6,28 persen menjadi Rp 1,68 triliun.
Sedangkan laba bank pelat merah atau milik BUMN turun 1,36 persen (yoy) menjadi Rp 39,76 triliun, dan laba bank pembangunan daerah (BPD) turun 5,38 persen (yoy) menjadi Rp 7,4 triliun. (gen)