Sementara itu, di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah menguat tipis 4 poin (0,03 persen) ke Rp13.780 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp13.749-Rp13.818 per dolar AS.
Analis Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe menyatakan indeks melemah tipis karena telah mengalami penguatan yang terlampau tinggi pada perdagangan sebelumnya. Dalam perdagangan kemarin, IHSG menguat hingga 2,5 persen, hal itu dinilai Kiswoyo membuat pelaku pasar melakukan aksi ambil untung pada hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mandiri Sekuritas mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp4,60 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp3,18 triliun, transaksi negosiasi Rp1,42 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp63,6 miliar.
Di sektor manufaktur, saham yang paling melemah adalah PT Asiaplast industries Tbk (APLI, Rp72) sebesar 10,00 persen dan PT Apac Citra Centertex Tbk (MYTX, Rp59) sebesar 9,23 persen.
Dari Asia, mayoritas indeks saham terkoreksi. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang turun sebesar 0,37 persen, indeks Kospi di Korsel yang melemah sebesar 0,72 persen, sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong terapresiasi sebesar 0,44 persen.
Sementara sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa juga melemah sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris naik 0,31 persen, DAX di Jerman yang melemah 0,09 persen, dan CAC di Perancis terkoreksi 0,09 persen. (gir)