Dalam Tiga Bulan, 4.000 Honda BR-V Dipesan

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 02/12/2015 19:20 WIB
Dalam Tiga Bulan, 4.000 Honda BR-V Dipesan Honda BR-V Prototype meneruskan roadshow-nya mengelilingi Indonesia dengan tampil di empat kota sekaligus, yaitu di Makassar pada ajang GIIAS Makasar Auto Show (2015), Palembang, Banyuwangi dan Tangerang. (Dok. Honda Prospect Motor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) mobil Honda di Indonesia, PT Honda Prospect Motor (HPM) mengatakan telah menerima 4 ribu pesanan (booking) Honda BR-V sejak diluncurkan pada helatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 Agustus lalu.

Direktur Pemasaran dan Purnajual HPM, Jonfis Fandy menyatakan perusahaan sangat yakin pesanan akan meningkat seiring prospek segmen Low Sport Utility Vehicle (SUV) yang menjanjikan ke depannya.

Ia menambahkan kalau 4 ribu pesanan ini berasal dari seluruh Indonesia, di mana sekitar 40 persen berasal dari pulau Jawa. Jonfis mengaku pengiriman pertama sebanyak 1.000 unit akan dilakukan pada minggu kedua bulan Januari tahun depan.


"Kami jamin pelanggan pasti mendapatkan mobil yang diinginkan karena mereka bisa melacak pesanan lewat situs kami, seperti jadwal hadir dan siapa dealer yang mengirimkannya. Dan karena konsumen sudah melihat barangnya, jadi begitu mobil sampai mereka tidak perlu tebak-tebak buah manggis lagi," ujar Jonfis di Jakarta, Rabu (2/12).

Ia menambahkan bahwa seluruh varian Honda BR-V sudah tersedia dan bisa dipesan. Diantara seluruh varian, tipe E GMT paling banyak diminati dengan kisaran 25 persen dari total pesanan.

Sebagai informasi, Honda BR-V memiliki 4 varian yaitu Prestige Continous Variable Transmission (CVT) dengan harga Rp 261,5 juta, Varian E CVT dengan harga Rp 246,5 juta, E GMT dengan harga Rp 236,5 juta, dan GMT dengan harga Rp 226,5 juta.

"Dengan adanya pesanan tersebut, produksi akan kami mulai pada bulan Desember tahun ini. Dan untuk mendukung produksi mobil-mobil ini, sebelumnya PT Honda Precision Part Manufacturing (HPPM) telah mengeluarkan US$ 120 juta untuk perluasan kapasitas pabrik CVT dari 375 ribu unit per tahun menjadi 750 ribu unit per tahun," tambahnya.

Lebih lanjut, ia berharap bisa menjual 35 ribu unit Honda BR-V hingga akhir tahun 2016. Adanya penjualan tersebut juga diharapkan bisa mendongkrak pangsa pasar Honda dari prediksi akhir 2015 sebesar 15 persen ke angka kisaran 16 persen di tahun depan.

"Meskipun ini jenis cross over antara Low MPV dan SUV, tapi kami memasukkan BR-V sebagai golongan Low SUV. Sejauh ini penjualan Low SUV kami meningkat 40 persen dari tahun ke tahun, jadi prospek penjualan mobil ini bisa dikatakan sangat menjanjikan," jelasnya.

Untuk penjualan tahun depan sendiri, Jonfis berharap peningkatannya bisa sebesar 5 hingga 10 persen dibandingkan penjualan hingga akhir tahun ini. Honda sendiri menargetkan penjualan tahun ini berada di kisaran angka tahun lalu yang mencapai 160 ribu unit.

Dengan perhitungan seperti demikian, maka penjualan Honda tahun depan diprediksi akan sebesar 168 hingga 176 ribu unit. Atau dengan kata lain, kontribusi penjualan Honda BR-V tahun depan bisa mencapai 19,8 persen hingga 20,8 persen dari total penjualan mobil Honda secaa keseluruhan.

"Kami lihat ada perbaikan penjualan di tahun depan, tapi bukan berarti ini perbaikan yang sangat signifikan," tambah Jonfis.

Sebagai informasi, Honda BR-V merupakan produk Honda terbaru berjenis crossover dengan tampilan dan ketangguhan seperti SUV namun dengan kegunaan layaknya MPV. Kehadiran mobil ini diharapkan mampu mengisi pangsa pasar kosong yang terletak di antara Honda Mobilio dan Honda HR-V.

Hingga Oktober 2015, Honda telah menjual 132.458 unit dimana segmen Low MPV melalui Mobilio mendominasi dengan porsi 28,14 persen atau 37.279 unit. Sedangkan segmen Low SUV melalui HR-V mengambil porsi sebanyak 31.258 unit atau 23,59 persen. (gir/gir)