Dalam sidang OPEC ke-168 yang berlangsung di Vienna Austria kemarin, sejumlah negara anggota OPEC secara resmi menerima kembali aktifnya Indonesia.
Menteri ESDM, Sudirman Said mengatakan kembali aktifnya Indonesia akan memperbesar peluang adanya pembelian minyak mentah maupun produk minyak secara langsung dari negara-negara anggota seperti Iran, Nigeria, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Staf Khusus Menteri ESDM, Widhyawan Prawiraatmadja Selain berperan dan turut memiliki andil dalam menentukan keputasan serta kebijakan strategis, menurutnya keterlibatan Indonesia di dalam OPEC juga diyakini dapat menjamin kebutuhan sumber energi khususnya minyak dari negara-negara anggota.
"Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan kebutuhan energi yang cukup tinggi. Begabungnya kita kembali ke OPEC merupakan bagian dari upaya kita menjamin kecukupan energi nasional." ujar Widhyawan.
Widhyawan meyakini, apabila dua langkah strategis tersebut dilakukan dengan efektif maka Indonesia diprediksi akan memiliki ketahanan energi yang kuat.
"Kecukupan energi ini juga bagian dari membangun ketahanan energi, yang harus diikuti dengan pengembangan energi baru terbarukan secara sungguh-sungguh. Jadi komitmen kita untuk mencapai 25 persen penggunaan energi terbarukan dari seluruh kebutuhan energi harus dicapai di tahun 2025," ujar Gubernur Indonesia untuk OPEC periode 2015-2017 ini.
(gir/gir)