Sekretaris Jenderal Gappri Hasan Aoni Aziz mengatakan kalau biasanya peningkatan permintaan rokok selalu sejalan dengan pergerakan produksinya. Tapi data terakhir yang dimiliki asosiasi tak menunjukkan hal demikian.
"Saya lupa datanya, tapi produksi November itu tidak begitu signifikan. Kami prediksi hingga pelaksanaan Pilkada serentak tak akan ada lonjakan permintaan yang berarti," jelas Hasan melalui sambungan telepon, Selasa (8/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, Pilkada serentak tahun ini diikuti oleh 265 daerah tingkat I dan II, yang terdiri dari 21 pasangan calon pemilihan gubernur dan wakil gubernur, 714 pasangan calon pemilihan bupati dan wakil bupati, dan 117 pasangan wali kota dan wakil wali kota.
"Nanti kita lihat data penjualannya berapa, tapi sejauh ini dari Januari hingga Oktober produksi kita mengalami penurunan 4,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," jelas Hasan.
Padahal sebelumnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi yakin kalau penerimaan cukai rokok Desember akan meningkat akibat Pilkada serentak dan juga implementasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20 tahun 2015. Bahkan, ia memprediksi pengumpulan cukai rokok di penghujung tahun bisa tiga kali lipat dibanding bulan-bulan sebelumnya.
"Memang sampai November penerimaan kita masih di angka 71 hingga 72 persen, tapi Desember ini akan ada kontribusi besar dari rokok. Hal itu disebabkan oleh adanya PMK baru yang mengatur hal ini dan juga Pilkada serentak," ujar Heru pekan lalu. (gen)