Desakan untuk memaksimalkan angka produksi Blok Cepu, Jusuf Kalla ungkapkan pada saat menghadiri rapat tertutup bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Bupati Bojonegoro, Suyoto dengan Presiden Direktur ExxonMobil Indonesia, John M. Gibbs di Bojonegoro, Sabtu (26/12).
"Saat ini sumur (Lapangan Minyak) Bayu Urip Baru mencapai 130 ribu BPH produksinya. Puncak produksi diperkirakan pada Maret 2016," ujar pria yang akrab dipanggi JK tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berangkat dari hal tersebut, JK pun tetap meminta EMCL mengerek angka produksinya meski harga minyak mentah dunia saat ini berada di kisaran US$ 36 per barel dan kontrak penyewaan EPF yang telah berjalan sejak Agustus 2009 akan berakhir pada Desember tahun ini.
"Dalam pertemuan Wapres Jusuf Kalla meminta produksi puncak minyak Blok Cepu, ditingkatkan menjadi 205 ribu barel per hari," tambah Bupati Bojonegoro, Suyoto.
Asal tahu saja, puncak produksi minyak Blok Cepu dihasilkan dari 45 sumur minyak produksi yang berada di tiga lapangan termasuk Banyu Urip. Produksi minyak mentah tadi dihasilkan dari beberapa sumur minyak yang diinjeksi oleh gas dan air. (antara)