Indonesia sendiri telah menganggarkan dana sebesar Rp3,73 triliun tahun depan sebagai setoran modal awal dalam pembentukan AIIB. Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menjadi salah satu penandatangan naskah Article of Agreement (AoA) pendirian AIIB di Beijing, China Juni lalu.
Sekretaris Jenderal Interim AIIB Jin Liqun sebelumnya mengatakan bank ini akan fokus pada pembiayaan proyek-proyek energi seperti listrik, transportasi, dan infrastruktur perkotaan di Asia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan AIIB mengincar sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia untuk dijadikan target pembiayaan. Namun, hanya proyek-proyek yang ramah lingkungan dan siap untuk dibangun yang layak mendapatkan bantuan pinjaman dari lembaga keuangan kawasan Asia tersebut.
AIIB dianggap sebagai keberhasilan China dalam menjalankan kebijakan luar negerinya. Negara-negara yang selama ini menjadi kerabat Amerika Serikat (AS) pun turut bergabung menjadi anggota AIIB, seperti Australia, Inggris, Jerman, Italia, Filipina dan Korea Selatan.
Para pengamat menyebut bank ini akan bersaing ketat dalam mengucurkan dana pinjaman dengan bank multilateral lainnya seperti Asian Development Bank (ADB) dan Bank Dunia. (gen)