Menteri Perindustrian Saleh Husin menegaskan hengkangnya prinsipal otomotif Amerika tersebut murni karena masalah internal perusahaan, bukan karena kebijakan yang dibuat pemerintah. Namun, ia optimistis kebijakan perusahaan tersebut tak akan mengganggu industri otomotif nasional.
"Tidak masalah bagi industri kita. Ini lebih karena kebijakan perusahaan," ujar Saleh di kantornya, Selasa (26/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, pabrikan otomotif Jepang merajai pasar mobil Indonesia. Pemain utama adalah prinsipal yang bernaung di bawah bendera Grup Astra, seperti Toyota, dan Daihatsu.
Dalam waktu dekat, Saleh mengaku akan mengajak bicara manajemen FMI guna mencari solusi terbaik untuk perusahaan maupun untuk para karyawan dan rekanan bisnisnya di Indonesia. Menurutnya, pemerintah akan menawarkan sejumlah fasilitas seperti yang diberikan kepada industri otomotif secara umum sehingga bisa dengan mudah dimanfaatkan oleh FMI.
Kemarin petang, Ford Motor Co menyatakan bakal menghentikan seluruh kegiatan operasionalnya di Indonesia dan Jepang tahun ini. Perusahaan otomotif asal Amerika menyatakan keputusan tersebut diambil setelah manajemen melihat sudah tidak ada lagi peluang untuk memperoleh keuntungan di kedua negara akibat terus menyusutnya pangsa pasar penjualan.
Ford masuk ke Indonesia pada 2002 dan mengoperasikan 44 diler sampai akhir tahun lalu. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Ford sepanjang tahun 2015 tercatat sebanyak 6.103 unit atau 0,59 persen dari penjualan mobil nasional yang mencapai 1,03 juta unit. (gen)