Direktur Utama KCIC Hanggoro Budi Wiryawan mengatakan, untuk menjamin keselamatan kereta cepat akan mengadopsi sistem kendali CTCS-3 yang telah mendapatkan sertifikasi dari Loyd's dan TUV serta sertifikasi Safety Implementation Level (SIL) 4.
Sementara untuk penggunaan teknologi telekomunikasi, lanjut Hanggoro pihaknya akan memakai sistem GSM-R yang dinilai sangat andal dan terpercaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanggoro menambahkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang memiliki jalur sepanjang 142 kilometer (km) tersebut juga akan dilengkapi dengan sistem teknologi pencegahan, risiko, dan keamanan.
"Untuk di Jawa Barat, pembangunan rel kereta cepat ini juga akan kita sesuaikan dengan kondisi iklim dan geologi yang rawan gempa," katanya.
Hanggoro menambahkan Kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut juga akan memiliki platform teknologi EMU China dengan kecepatan 350 Km per Jam.
"Namun untuk saat ini tentu disesuaikan dengan jarak tempuh, yang ditargetkan pada tahap komersial awal, 200 km per jam. Sehingga waktu tempuh 140,9 km sekitar 45 menit," pungkasnya. (dim/gen)