Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, bursa global tadi malam kembali didominasi tekanan jual. Indeks Eurostoxx di kawasan Euro anjlok 3,9 persen ke level 2.680,35. Di Wall Street, lanjutnya, indeks Dow Jones dan S&P masing-masing anjlok 1,6 persen dan 1,2 persen.
“Kekhawatiran pelambatan ekonomi global dan harga minyak yang terus tertekan menjadi faktor utama aksi jual di pasar saham global,” ujarnya dalam riset, Jumat (12/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi. Ia menilai penguatan lanjutan indeks akan dibayangi aksi ambil untung menyusul meningkatnya resiko pasar saham global.
Dalam perdagangan sebelumnya, David menilai, di tengah meningkatnya resiko pasar saham global dan kawasan Asia, IHSG berhasil menguat pada perdagangan kemarin. Menurutnya penguatan IHSG ditopang arus dana asing yang masuk hingga Rp878,35 miliar.
“Masuknya kembali dana asing ke pasar aset beresiko Indonesia terutama dipicu optimisme pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi tahun ini di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan redahnya tekanan inflasi,” katanya.
Selain faktor makro ekonomi yang kondusif tahun ini, David menilai asing juga merespon positif kebijakan Paket Ekonomi X yang dirilis kemarin terkait revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang intinya membuka lebih besar kepemilikan asing di sejumlah sektor usaha di Indonesia.
Optimisme ini, lanjutnya, membuat rupiah cenderung menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah atas dolar AS kemarin menguat 1,2 persen di Rp13369.
“Penguatan rupiah atas dolar AS berdampak positif terhadap pergerakan harga saham sektoral yang sensitif interest-rate seperti perbankan, infrastruktur dan properti,” katanya.
Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan pada perdagangan Jumat (12/2) IHSG memiliki rentang level support 4.720-4.750 dan resisten 4.785-4.800. Menurutnya laju IHSG di bawah area target support 4.761–4.764 dan belum mampu mendekati target resisten di 4.855-4.868.
“Posisi IHSG yang berada di area overbought (jenuh beli) dapat membuat IHSG rawan untuk kembali testing support. Tetap cermati sentimen yang ada,” imbuh Reza. (gir)