Menteri Keuangan Bambang P.S Brodjonegoro mengatakan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015 menghasilkan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp 26,1 triliun.
Dari total tersebut, sekitar Rp20 triliun bersifat cair sementara sisanya tidak. Hal itu karena dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU). Bambang mengatakan SILPA sebanyak lebih dari Rp20 triliun tersebut akan dimanfaatkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016 khususnya untuk mengakomodasi pembiayaan tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kan masih punya sisa kas tahun lalu Rp20 triliun dari SILPA. Nah itu mau kami pakai untuk pembiayaan. Jadi kami bisa menambal defisit sampai Rp20 triliun tanpa harus menambah utang," kata Bambang di Jakarta, Senin (29/2).
Bambang mengatakan pemotongan belanja nantinya akan dilakukan secara merata baik untuk porsi belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) maupun non K/L.
"Intinya kami ingin melihat pada APBN yang realistis. Kalau memang dibutuhkan pemangkasan kami lakukan pemangkasan. Tapi kalau ada sumber pendapatan yang bisa mengurangi pemangkasan ya kami pergunakan.
"Logikanya adalah bulan Juli. Jadi kami sebetulnya ingin kembali ke waktu yang regular," katanya. (gir)