Direktur Penyaluran BPDP Sawit Dadan Kusdiana mengatakan BPDP sawit sampai saat ini belum melakukan diskusi atas reaksi kebijakan tersebut. Dengan demikian, sejauh ini BPDP Sawit masih akan melakukan pungutan CPO Fund bagi ekspor ke Perancis pada 2017 mendatang.
"Kami sejujurnya belum berdiskusi mengenai hal itu, namun kami terus mengikuti perkembangan yang terjadi di Perancis. Jadi ketika pajak tersebut diberlakukan, kami masih tetap memungut CPO Fund bagi ekspor ke situ," terang Dadan di sela-sela International Conference on Palm Oil and Environment (ICOPE) di Nusa Dua, Bali, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, tarif pungutan ekspor CPO sebesar US$50 per metrik ton untuk CPO supporting fund dilakukan pemerintah Indonesia sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 133 tahun 2015 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit pada Kementerian Keuangan.
Menurut data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) pada 2015, ekspor kelapa sawit dan turunannya ke Perancis tercatat sebesar 400 ribu ton per tahun atau mengambil porsi 9,43 persen dari total ekspor tujuan Uni Eropa sebanyak 4,24 juta ton.
"Kami dengar penyerapan biodiesel PT Pertamina (Persero) sekarang sudah meningkat karena mulai tahun ini mereka sudah melakukan pengiriman solar B20 ke Papua. Jumat pekan lalu kami sudah terima laporan dari sana," terangnya.
Dadan menjelaskan, seharurnya target penyerapan biodiesel di dalam negeri per bulannya dipatok 260 ribu kilo liter. Namun hingga saat ini, penyerapannya hanya sebesar 200 ribu kilo liter atau 76,9 persen dari target yang ditetapkan.
Dengan semakin banyaknya biodiesel yang diserap dalam negeri, ia berharap penyerapan biodiesel per bulannya bisa mencapai 90 persen dari target hingga akhir tahun.
"Kalau penyerapannya 100 persen sesuai target mungkin susah, tapi angka 90 persen sangat mungkin. Apalagi Pertamina sudah melaporkan penyerapan sebesar 90 persen dari target pada bulan Februari," ujarnya.
Sebagai informasi, BPDP Sawit menargetkan penyerapan biodiesel sebesar 6,95 juta kilo liter yang membutuhkan dana sebesar Rp9 triliun hingga Rp13 triliun. Pada tahun lalu, BPDP Sawit telah mengeluarkan Rp465,64 miliar untuk mesubsidi 211 ribu kilo liter biodiesel. (gen)