Berdasarkan laporan keuangan Indosat pada Kamis (24/3), tercatat perseroan mampu mencatatkan penaikan total pendapatan hingga 11,13 persen menjadi Rp26,76 triliun sepanjang 2015, dari Rp24,08 triliun pada 2014.
Dalam pos pendapatan tersebut, pendapatan seluler perseroan tercatat naik tertinggi, hingga 11,82 persen menjadi Rp21,89 triliun pada 2015, dari Rp19,58 triliun di tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, total beban Indosat naik 4,13 persen menjadi Rp24,4 triliun pada sepanjang tahun lalu, dari Rp23,43 triliun di tahun 2014. Dari pos tersebut, beban jasa telekomunikasi naik 7,73 persen menjadi Rp11,21 triliun pada 2015, dari Rp10,4 triliun di tahun 2014.
Dari sisi aset, per 31 Desember 2015 Indosat mencatatkan nilai Rp55,38 triliun, naik 3,97 persen dari Rp53,26 triliun di periode yang sama 2014. Sementara itu jumlah liabilitas perseroan tercatat Rp42,12 triliun, naik 8,09 persen dari Rp38,97 triliun. Adapun nilai ekuitas Indosat tercatat Rp13,26 triliun, turun 7,23 persen dari Rp14,29 triliun.
Adapun pada saat ini, pemerintah Indonesia hanya mempunyai 14,29 persen saham Indosat, sedangkan Ooredoo mengantongi 65 persen, sementara sisanya dimiliki oleh publik. (gir)