"Sebagai bank komersial kelas dunia, Amerika Serikat dan Asia adalah basis kami. Dalam hal potensi pertumbuhan dan karakteristik demografis, target kami adalah Indonesia. Kami mencari peluang untuk akuisisi di sana," ujar Takashi Oyamada, Presiden Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU) seperti dilansir Reuters, dikutip Selasa (5/4).
Kendati demikian, Oyamada tidak menjelaskan secara terperinci berapa dana yang disiapkan untuk mengakuisisi institusi keuangan di Indonesia. Namun aset yang berpotensi diambil alih di antaranya, 39 persen saham Australia and New Zealand Banking Group Ltd di PT Bank Pan Indonesia Tbk, serta saham Temasek Holdings dari Singapura di Bank Danamon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Asia, MUFG tercatat memiliki sebagian besar saham Bank of Ayudhya Pcl di Thailand senilai lebih dari US$5 miliar. Pekan lalu, MUFG juga menyelesaikan kesepakatan untuk membeli Security bank Corp sebesar US$790 juta.
Oyamada menyadari, saat ini, profitabilitas industri bank komersial tertekan pasca penerapan suku bunga negatif oleh bank sentral Jepang. Belum lagi tantangan lainnya, yakni biaya dana yang mahal untuk simpanan berjangka alias deposito. (gen)