Jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya mencapai Rp530 miliar, maka target pembiayaan Home Credit tahun ini tumbuh 178,8 persen.
Sementara hingga kuartal pertama tahun ini, perusahaan pembiayaan yang berbasis di Republik Ceko tersebut telah menyalurkan pembiayaan baru hampir Rp 300 miliar atau melesat Rp286 miliar ketimbang tahun lalu yang hanya menyentuh Rp 14 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, Gaisler mencatat selama tiga tahun beroperasi di Indonesia perusahaannya telah berhasil mengembangkan jaringan pemasarannya. Saat ini, setidaknya terdapat 2.200 titik penjualan di kota-kota besar di Indonesia, antara lain Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makasar dengan mitra, seperti Global Teleshop, Electronic Solution, Hypermart dan lain sebagainya.
Sebagaimana diketahui, portofolio Home Credit banyak mengalir ke pembiayaan telepon genggam dan komputer jinjing. Di mana kedua sektor pembiayaan ini mengambil porsi hingga 69 persen.
Sedangkan untuk 31 persen sisanya, mengalir ke pembiayaan perabot rumah tangga.
Tahun ini, katanya perseroan juga mulai melayani pembiayaan multiguna, antara lain perjalanan, pendidikan dan pelayanan kesehatan.
"Makanya, kami optimistis, pembiayaan tahun ini mampu mencapai target Rp 1,5 triliun. Selain karena, permintaan yang masih baik dan ekonomi yang tumbuh positif, kami juga melihat ada peluang dari pembiayaan multiguna pada hari raya besar nanti," tutur Gaisler.
Kendati mampu mencetak kinerja kinclong, Home Credit masih membukukan rugi dalam neraca keuangannya. Dalam laporan keuangan Home Credit B.V, induk usaha Home Credit Indonesia, labanya tumbuh negatif dalam dua tahun terakhir. Pertumbuhan laba negatif ini banyak juga disumbang dari wilayah operasionalnya di Rusia, Belarus dan Eropa Timur lainnya.
"Home Credit di Indonesia juga labanya masih negatif. Hal ini dikarenakan, kami masih baru disini dan banyak berinvestasi. Infrastruktur, teknologi informasi, sumber daya manusia. Kami kira, break even point (titik impas) baru terjadi di tahun 2017 mendatang," terang Andy N Gultom, Chief External Affairs Home Credit.
Dia menambahkan, ekspansi jaringan juga masih akan berlanjut di tahun ini. Setelah menambah dua kota sebagai titik penjualannya, yakni Surabaya dan Makasar pada akhir kuartal tahun lalu, Home Credit berniat menambah 10 kota lapis I dan II dalam perencanaan bisnisnya tahun ini. (dim/gen)