Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas menyatakan, dari nilai tersebut, KUR sebesar Rp2,751 triliun diteruskan ke sektor ritel, sedangkan KUR Rp908 miliar disalurkan kepada sektor mikro.
Adapun target penyaluran KUR pada tahun ini adalah Rp13 triliun dimana Rp6,5 triliun untuk KUR Ritel, Rp6 triliun untuk KUR Mikro serta Rp500 miliar diberikan untuk KUR Tenaga Kerja Indonesia) (TKI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rohan menambahkan, guna mencapai target penyaluran tersebut, Bank Mandiri memberdayakan seluruh jaringan bisnisnya, terutama jaringan bisnis mikro yang terdiri dari 939 cabang mikro, 1427 unit mikro dan 653 kios mikro, di seluruh Indonesia.
“Dalam menyalurkan KUR, kami juga menerapkan sistem ‘siapa cepat dia dapat’ yang dapat memacu tim kami di lapangan untuk berlomba-lomba menyalurkan KUR. Dengan demikian daerah yang memiliki lebih banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) berpotensi mendapatkan penyaluran KUR lebih banyak,” terangnya.
Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melaporkan sepanjang 1 Januari sampai 5 Februari 2016, jumlah KUR yang telah tersalur ke masyarakat mencapai Rp6,49 triliun alias 6 persen dari anggaran sebesar Rp103,246 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dana sebesar itu diserap oleh 298.728 debitur di seluruh Indonesia.
“Penyederhanaan berbagai hal perlu dilakukan agar KUR dapat berkembang dan tepat sasaran, yang pada akhirnya akan menaikkan ranking Indonesia dalam peringkat kemudahan berbisnis,” kata Darmin, belum lama ini.
“Revisi tersebut antara lain mengatur mengenai penyaluran KUR kepada debitur kredit sistem resi gudang yang akan dilakukan secara bersamaan,” jelasnya. (gir)