“Secara umum, saat suku bunga acuan dinaikkan itu akan cenderung menurunkan inflasi, saat suku bunga acuan diturunkan inflasi cenderung naik. Tahun ini, Indonesia berada di situasi di mana BI bisa menurunkan suku bunga acuannya tanpa meningkatkan inflasi,” tutur Diop saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (11/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tahun ini, prediksi kami inflasi ada di level empat persen dan di angka itu akan membantu BI untuk mempertimbangkan untuk melanjutkan pelonggaran,” katanya.
“Indonesia memiliki suku bunga acuan yang tinggi dan inflasi diprediksi relatif moderat tahun ini, di level empat persen," imbuhnya.
Kendati demikian, Diop yakin penurunan BI rate akan dilakukan secara bertahap karena BI telah memberikan sinyal akan mempertimbangkan faktor eksternal seperti kebijakan tingkat suku bunga acuan Amerika Serikat dan volatilitas pasar keuangan global.
"Pelonggaran cenderung akan terjadi bertahap karena situasi perekonomian global," ujarnya.
Sebagai informasi, BI terakhir kali menurunkan BI-rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan lalu sebesar 25 basis poin dari 7 persen menjadi 6,75 persen.
BI dijadwalkan akan melakukan pembahasan level BI-rate kembali dalam RDG BI pada tanggal 20-21 April mendatang. (dim/dim)