Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir mengatakan saat ini masih banyak sekali perusahaan tambang yang belum memiliki sertifikasi Clean and Clear (CnC). Mengingat CnC adalah salah satu syarat eksportir terdaftar, ia berharap tak ada lagi perusahaan tambang yang tidak bayar royalti sehingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bisa membaik dibanding tahun lalu.
Sebagai informasi, target PNBP mineral dan batubara (minerba) di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 tercatat sebesar Rp41,59 triliun. Angka itu meningkat dibandingkan realisasi PNBP minerba yang hanya Rp29,63 triliun sepanjang 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, pelaksanaan moratorium itu juga bisa memberi kesempatan bagi pelaku usaha dan Pemerintah untuk menilai cadangan batubara yang pasti saat ini. Maka dari itu, ia menilai, sekarang adalah saat yang tepat bagi Pemerintah untuk melaksanakan kebijakan tersebut.
Kendati demikian, ia berharap Pemerintah lekas menyusun petunjuk pelaksanaan peraturan ini jika benar-benar akan diimplementasikan. Ia memastikan moratorium izin tambang tak berpengaruh kepada kinerja perusahaan.
"Karena yang kami butuhkan adalah teknis peraturannya. Selebihnya, kami sangat apresiasi langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk konsolidasi pelaku usaha batubara dan bagi kami yang sudah existing, ini sangat positif," jelasnya.
Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan jajarannya untuk menerbitkan regulasi perihal moratorium lahan tambang dan kelapa sawit. Tujuannya agar perusahaan kelapa sawit dan tambang bisa menjaga kelestarian alam lantaran Indonesia merupakan negara yang diharapkan dunia bisa melakukan praktik pertambangan dan perkebunan yang berkelanjutan.
"Jangan sampai terjadi lagi konsesi pertambangan menabrak hutan konservasi, sudah tidak ada seperti itu, tidak ada. Tata ruangnya untuk tambang sudah, kalau tidak ya tidak usah," ujar Jokowi.